Category Archives: Think Tank

A Tank to think

Memaafkan Seseorang (Yang Sangat Penting. Bener!)

Mengucapkan maaf, seringkali mudah tapi lebih sering susah =). Memberi maaf, wah itu lebih susah lagi. Seringkali mungkin kita berkata ‘kamu sudah kumaafkan’. Tapi kenapa kebencian itu terkadang masih muncul? Kenapa keinginan untuk balas dendam atau mem-voodoo si keparat itu –eh ehm maaf :D– sering muncul di pikiran?

 

Seorang teman mengemukakan teorinya.

‘Beda Hes. Maafin sih udah. Tapi ingatan kan nggak bisa begitu aja dihapus. Kerennya, forgive but not forgotten gitu loh

 

Mm.. gitu ya? Tapi kalo nggak forgotten, berarti inget terus dunk, ‘peristiwa’ tersebut? Apa kalau sudah forgive, walau belum forgotten, tiap kali ingat, rasa sakitnya udah nggak ada, diganti rasa ikhlas dan sabar ya? Cool..

Semoga dah, semoga =).

 

Anyway, bicara soal memaafkan, pasti kita sudah sering dan sangat berpengalaman memaafkan berbagai macam bentuk manusia (ha?). Dari sahabat, pacar friendster, pacar chatting, pacar nyata, istri, anak, cucu, tetangga, si bos, anak buah, tokoh panutan, idola, teman kerja, keluarga, saudara, ipar, orang tua, mertua, kakeknenek, teman friendster, teman chatting, teman nyata, (mantan)musuh, orang lewat di jalan, adik/kakak kelas, penjual buah yang curang, pemilik SPBU yang nggak jujur, orang-orang yang berpoligami :D, pencopet, garong rampok dan seterusnya pokoknya yang pernah bersilangan jalan hidup dengan kita, dan menimbulkan rasa nggak enak (buat kita).

 

Betapapun sakitnya rasa nggak enak itu (karena disakiti), eventually, akhirnya, (seharusnya), kita akan melupakan semua rasa sakit itu. Kita pasti bisa karena kita mau. Karena, hidup harus terus berjalan, kan =).

 

Katanya, waktu akan menyembuhkan semua luka.

 

Tapi, ada seseorang yang seringkali kita lupa untuk kita maafkan. Walaupun waktu sudah berjalan begitu lama. Bulan bahkan tahun. Jangan sampai kita meninggalkan hidup ini tanpa sempat memberi maaf padanya. Tanpa memaafkan dia, hidup ini tidak akan ada artinya. Siapa dia?

 

Diri kita sendiri.

 

Sudahkah kita memaafkan diri kita sendiri karena kegagalan-kegagalan yang kita alami? Hubungan yang gagal membuat kita menyalahkan diri kita sendiri. Coba kalau aku dulu tidak begitu. Coba kalau aku begini…

Juga bisnis yang tidak sesuai harapan. Coba kalau dulu aku lebih gigih. Coba kalau aku tidak menyerah terlalu cepat…

Atau sekolah. Atau karier. Atau hubungan yang tidak harmonis dengan keluarga.

Atau apapun, yang terjadi pada hidup kita. Yang melenceng dari rencana dan bayangan semula. Walaupun sering kita menyalahkan takdir atau orang lain, dalam lubuk hati yang paling dalam (dimana yah letaknya? :D), kita menyalahkan diri kita sendiri. Karena gagal…

 

Stop!!!

 

Apa yang akan terjadi kalau kita selalu menyalahkan diri dan tidak pernah memaafkannya? Apakah kita akan menjalani hidup ini dengan bahagia? Kemungkinan besar, tidak. Apakah kita sungguh akan terus hidup dengan kebencian pada diri sendiri sampai kita mati nanti? Jika iya, betapa sia-sia hidup yang diberikan pada kita..

 

Kita harus berjuang dalam hidup ini. Kalau berdamai dengan diri sendiri saja tidak mau, hidup seperti apakah yang akan kita jalani?

 

Berhenti menyalahkan diri sendiri. Berbaik hatilah ;). Jika orang lain saja kita maafkan, apalagi diri sendiri, coba. Semua orang sudah kita maafkan. Semua orang sudah memaafkan kita. Sudahkah kita memaafkan diri kita sendiri hari ini?

 

[Maaf ya Hes ;). And you know what, I do forgive you =)]

Advertisements

Who Are You?

Suatu hari, ada Orang-Yang-Menyebalkan-Atau-Mungkin-Sangat-Wise-Hingga-Nggak-Ada-Yang -Ngerti-Omongannya (disingkat OYMAMSWHNAYNO), bertanya kepada beberapa orang. Pertanyaan sederhana ini adalah: who are you?

Sangat simpel kan. Tapi, ternyata nggak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu. Lihat yuk, hasil wawancara si OYMAMSWHNAYNO ini.

Di sebuah messenger,

OYMAMSWHNAYNO: Who are you?

Gw : Gw, mahasiswa S2 (ngomong es-dua nya pake penekanan bo).

OYMAMSWHNAYNO: Bukan, itu bukan kamu. Kalau kamu udah lulus, gimana? Apa definisimu tentang siapa kamu juga berubah? Dan waktu kamu belum S2, siapa kamu?

Gw: ($*^(*&&*%)

Gw: Oh iya ya. Diralat boleh ga, jawaban gw?

OYMAMSWHNAYNO: Boleh.

Gw: Gw Hesti, 25f, bintang cancer, hobi baca-dengerin musik, cita-cita dokter-atau kalau kepepet ya jadi presiden dah terpaksa, motto hidup be yourself.

OYMAMSWHNAYNO : =) That’s cute. Tapi, aku nggak nanya nama, umur, hobi, cita-cita, dan motto hidupmu. Pertanyaanku simpel aja kok, siapa kamu?

Gw: …

Lalu di suatu kampus,

OYMAMSWHNAYNO: Who are you?

Seseorang: Saya, Seseorang pi-eij-di.

OYMAMSWHNAYNO: Ph.D? Sebelum Anda jadi Ph.D, siapakah Anda? Siapa Anda seharusnya tidak pernah berubah, sepanjang hidup Anda. Apapun status dan tingkat pendidikan Anda.

Seseorang: Ah, Anda ini ngelantur.

Terus di sebuah gerbong kereta api,

OYMAMSWHNAYNO: Who are you?

Mbak1: Saya Marketing Manager Sebuah perusahaan.

OYMAMSWHNAYNO: Itu belum menjawab pertanyaan saya. Itu adalah pekerjaan anda.

Mbak2 (dengan semangat): Saya ibu rumah tangga, 1 anak.

OYMAMSWHNAYNO: Sebelum Anda menikah, siapakah Anda? Jika Anda bercerai, apakah berarti Anda bukanlah Anda lagi, karena Anda sudah bukan ibu rumah tangga lagi?

Mbak1 & mbak2: (Ihh ngomong apaan sih ni orang. Ga jelas. Cuekin aja lah. Pura-pura lihat pemandangan ajah..)

OYMAMSWHNAYNO: So, who are you?

Asal Mula Wilayah Negara Indonesia

Sebenarnya, siapa sih yang menentukan bahwa wilayah negara republik Indonesia itu terdiri dari pulau Sumatra, Jawa (dan sekitarnya, including Madura, Bali, NTT, dst), Kalimantan, Sulawesi, juga Papua?

Ternyata, yang menentukan adalah pada panitia perumus kemerdekaan Indonesia dulu (PPKI). Jadi, selama 3 bulan sebelum dan setelah proklamasi, mereka bekerja keras bersidang untuk menentukan segala macam hal yang diperlukan bagi sebuah bangsa yang merdeka. Dari naskah proklamasi, undang-undang dasar (UUD 1945), dasar negara (Pancasila), bentuk negara, wilayah, dan lainnya.

(Transkrip)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Sidang Kedua
Rapat Besar tanggal 10 Juli 1945 (Lanjutan)
Waktu: 16.35 – 18.00 ( 15.05 – 16.30 WIB)
Tempat: Gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang departemen Luar Negeri)
Acara: Pembahasan tentang wilayah negara
Ketua sidang: Dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat

(Gue nulis pokok-pokoknya aja, dari diskusi dibagian akhir rapat pembahasan ini)


Wakil ketua SOEROSO:
Sebelum distem akan saya terangkan aliran-aliran terhadap batas negara, supaya dengan begitu Tuan-tuan dapat memberi suara dengan sebaiknya. Ada 3 aliran, yaitu:
1. Memandang batasnya, ialah Hindia Belanda dahulu.
2. Hindia Belanda dahulu ditambah Borneo Utara, ditambah Papua ditambah Timor semuanya.
3. Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka, ditambah Borneo Utara ditambah Papua ditambah Timor, dan kepulauan sekelilingnya.
Jadi, menurut apa yang saya tangkap ada 3 aliran.

….

Ketua RADJIMAN:
Saya ulangi lagi, Tuan-tuan anggota. Bagian yang diusulkan ialah:
1. Hindia Belanda dahulu.
2. Hindia Belanda dahulu, Malaka, Borneo Utara, Papua, Timor dan kepulauan sekitarnya.

Anggota SALIM:
Cara bagaimana diatur dalam Undang-undang Dasar? Sebab tidak ditentukan cara bagaimana masuknya.

Ketua RADJIMAN:
Nanti ada di dalam Undang-undang Dasar.

Anggota HATTA:
Ada satu lagi: Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka dipotong Papua.

Wakil ketua SOEROSO:
Sekarang diangkat Komisi, terdiri dari 3 orang.
Tuan Oto Iskandardinata (kakeknya Nia Dinata, bo!-red), Abikoesno, dan Laturharhary.

Anggota OTO ISKANDARNIDATA:
Tuan-tuan yang terhormat, yang ikut mengeluarkan suara ada 66 anggota dan adanya kertas pun 66. Biarpun di antaranya itu, ada yang corak dan bentuknya kertas lain daripada yang dibagikan, tetapi panitia menentukan, ini pun dianggap sah.
(Pemungutan suara dilakukan dengan surat)

Anggota OTO ISKANDARNIDATA:
Paduka Tuan Ketua, suara yang dikeluarkan oleh anggota-anggota yang terhormat, ialah 66. Daripada 66 ini, yang jatuh kepada No. 2 ialah 39, kepada No. 1 ada 19, kepada No. 3 ada 6, yang blangko 1 dan kepada lain-lain 1, jumlahnya 66. Jadi, dengan pilihan yang baru dilakukan yang dipilih, ialah No. 2. Sekianlah. (No. 2 ialah Hindia Belanda dahulu ditambah Malaka, ditambah Borneo Utara ditambah Papua ditambah Timor, dan kepulauan sekelilingnya).

Ketua RADJIMAN:
Saya mengucapkan terima kasih kepada komisi.
Dan saya tetapkan pada saat ini, para anggota yang terhormat, yang diputuskan, yang disahkan hari ini oleh persidangan, yaitu bahwa daerah yang masuk Indonesia Merdeka: Hindia Belanda dulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara, Papua, Timor-Portugis, dan pulau-pulau sekitarnya.
(tepuk tangan)
Sekarang saya adakan istirahat beberapa menit, kira-kira 10-15 menit (sidang ditutup untuk beristirahat pada jam 12.05).
Pada jam 12.30 rapat dibuka lagi.

Studio, Jumat 2 Juni 2006/ 12:15 PM, dalam rangka hari jadi Pancasila bo 😉 (1 Juni)
Diambil dari buku:
Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945
Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, 1995 (Edisi III).

Ruin Your Life

Dari Sophie Kinsella’s Undomestic Goddess halaman 464, GPU, 2005.

“Samantha, kau sedang membuat kesalahan terbesar dalam hidupmu!” Suara Guy mengikutiku sampai ke pintu-pintu kaca. “Kalau kau melangkah keluar sekarang…”

Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Aku keluar. Menuruni anak-anak tangga. Pergi.

Mungkin aku baru saja membuat kesalahan terbesar dalam hidupku. Sementara duduk di kereta ke Gloucestershire, aku minum segelas anggur untuk mengendurkan saraf-sarafku yang tegang. Kata-kata Guy terngiang-ngiang di telingaku.

Dulu, berpikir seperti itu saja sudah membuatku panik dan belingsatan. Namun tidak lagi. Aku ingin tertawa. Guy sama sekali tidak tahu.

Dari semua yang telah terjadi padaku, aku belajar satu hal, bahwa yang disebut kesalahan terbesar dalam hidup itu tidak ada. Tidak ada istilah menghancurkan hidupmu. Hidup ternyata begitu tahan banting, terlalu tangguh untuk dihancurkan.

What Kind of Genius Are You?

In his book How to Think Like Leonardo Da Vinci, Michael J. Gelb says that there are seven types of genius in this world. They are:
1. Logic-Mathematical. Example: Stephen Hawking, Isaac Newton, Marie Curie.
2. Verbal-Linguistic. =William Shakespeare, Emily Dickinson.
3. Spatial-Mechanic. =Michelangelo, Georgia O’Keeffe.
4. Music. =Mozart, Gershwin, Ella Fitzgerald.
5. Physic-Kinestetic. =Muhammad Ali, F. M. Alexander.
6. Interpersonal-Social. =Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Queen Elizabeth the 1st.
7. Intrapersonal (self understanding). =Mother Teresa, Victor Frankl, Thich Nhat Hanh.

He said every person have at least one of those intelligent type. Which one is yours? 😉
What kind of genius are you?
Know yourself, believe in your inner strength, and show the world your-own-geniusity 😉

Mutiara

Berkatalah seekor tiram kepada tetangganya, ‘Aku memiliki sesuatu di dalam diriku. Ia berat dan bulat, aku merasa sangat menderita.’

Tiram tetangganya menjawab dengan kebahagiaan yang angkuh, ‘Terpujilah segala langit dan segala lautan, aku tidak memiliki sakit apa pun di dalam diriku. Aku merasa sehat dan bulat di dalam dan di luar.’

Pada saat itulah seekor kepiting lewat dan mendengar percakapan kedua tiram itu. Lalu ia berkata kepada tiram yang merasa sehat di luar dan di dalam, katanya, ‘Ya, memang engkau sehat dan bulat, tapi penyakit yang dikandung tetanggamu itu adalah sebuah mutiara yang indah dan sangat berharga.’

Mutiara by Gibran.

Dasar payah itu tiram. Makanya mending mereka dibuat jadi kepiting saos tiram aja, lebih banyak manfaatnya hehe 😀